NGACA DARI VENEZUELA. KEDAULATAN RAKYAT DIBEGAL PELAN-PELAN. PENGUASA ELITE OLIGARKI KLAIM DIRI SEBAGAI NEGARA

Kalau ngaca ke Venezuela, itu contoh nyata gimana kedaulatan rakyat dibegal pelan-pelan tapi rapi. Awalnya keliatan aman, pemilu masih ada, negara masih berdiri. Tapi di balik layar, kendali udah pindah tangan, bukan ke rakyat, tapi ke elit oligarki.

Di sana, rakyat masih dibilang โ€œpemilik kekuasaanโ€, tapi hak buat ngoreksi penguasa dicabut. Lembaga negara yang harusnya netral malah jadi satpam kekuasaan. Kritik dikasih cap โ€œgangguan stabilitasโ€. Beda pendapat dianggap musuh negara.

Pelan tapi pasti, demokrasi tinggal properti panggung. Yang bahaya, model begini tuh, nggak selalu pakai kekerasan, tapi pakai aturan, nggak selalu jujur, tapi dibungkus narasi cinta rakyat, dan nggak anti-demokrasi secara frontal, tapi ngosongin isinya.

Soal ribut-ribut internasional, sanksi, atau drama penangkapan presiden oleh pihak asing, itu isu lanjutan. Masalah utamanya satu, yaitu rakyat udah lebih dulu kehilangan kedaulatannya di rumah sendiri.

Ini alarm buat semua negara, termasuk kita. Kalau rakyat cuma disuruh nyoblos tapi nggak punya kuasa buat narik mandat, kalau hukum lebih nurut ke elite daripada ke keadilan, kalau kritik dibungkam pakai dalih โ€œdemi bangsaโ€, itu bukan stabilitas โ€” itu tanda bahaya.

Inget ini baik-baik bahwa negara nggak runtuh pas rakyat diam, negara runtuh pas rakyat dibikin diam. Dan kalau kita lengah, oligarki bakal ngaku-ngaku jadi negara, sementara rakyat cuma dijadiin penonton yang disuruh tepuk tangan.

Ngaca ke Indonesia hari ini, tanda-tandanya udah mulai kebaca. Demokrasi masih dipajang, pemilu masih jalan, jargon โ€œdari rakyat, oleh rakyatโ€ masih diomongin. Tapi di balik layar, kendali makin sempit, elite makin rapat.

Rakyat disuruh aktif pas nyoblos, tapi pas kebijakan dibikin, suara rakyat sering dianggap noise. Kritik dikasih label โ€œnggak konstruktifโ€. Beda pendapat dibilang โ€œnggak sejalan demi stabilitasโ€. Ujung-ujungnya, rakyat cuma dipakai pas butuh legitimasi.

Yang bikin ngeri, ini bukan kudeta pakai tank. tapi kudeta gaya rapi, dimana aturan diubah pelan-pelan, lembaga dikondisikan biar jinak, kekuasaan numpuk di segelintir lingkaran, oligarki pegang ekonomi, elite pegang politik. Rakyat?Kebagian dampaknya doang.

Harga hidup naik, akses makin susah, tapi yang disuruh sabar ya rakyat. Yang disuruh โ€œdemi kepentingan nasionalโ€ ya rakyat. Sementara keputusan penting sering dibahas tanpa melibatkan yang bakal kena efeknya.

#bangpuput #hzputra